Translate

Populer Posts

Thursday, July 28, 2016

Budaya dan Pariwisata

Perspektif budaya masyarakat di Desa Jadung sangat kental dengan budaya islam. Hal ini dapat dimengerti karena hamper semua desa di kabupaten Sumenep sangat kuat terpengaruh pusat kebudayaan islam yang tercermin dari keberadaan Pondok Pesantren-Pondok Pesantren yang ada di sumenep.yang ada di Sumenep. Dari latar belakang budaya, kita bisa melihat aspek budaya dan sosial yang terpengaruh dalam kehidupan masyarakat. Dalam hubungannya dengan agama yang dianut misalnya islam sebagai agama mayoritas yang dianut masyarakat, dalam menjalankannya sangat kental dengan tradisi budaya Islam.
        Perspektif budaya masyarakat di Desa Jadung masih sangat kental dengan budaya ketimurannya. Dari latar belakang budaya, kita bisa melihat aspek budaya dan sosial yang berpengaruh dalam kehidupan masyarakat. Di dalam hubungannya dengan agama yang dianut misalnya, agama islam sebagai agama mayoritas dianut masyarakat, dalam menjalankan sangat kental dengan hudaya ketimuran. Budaya ketimuran sendiri berkembang dan banyak di pengaruhi oleh ritual-ritual agama atau kepercayaan masyarakat, dalam menjalankannya muncul kesan nuansa tradisinya. Contoh yang bisa kita lihat adalah peringatan tahun baru Hijraiyah dengan melakukan do’a bersama di masjid dan mushalla-mushalla.
            Contoh yang lain adalah ketika menjelang Ramadhan masyarakat berbondong-bondong mendatangi kuburan/ makam orang tua maupun kerabat dan para leluhurnya untuk dibersihkan dan setelah itu melakukan tahlilan bersama di masjid dan musholla kemudian makan bersama saat itu juga. Contoh yang lain lagi ketika peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang di peringati di masjid-masjid dan mushola da nada juga yang di peringati dirumah warga yang kehidupannya sudah diatas cukup. Biasanya pada peringatan ini masyarakat menyediakan berbagai macam hidangan yang berupa buah-buahan dan makanan serta membuat nasi tumpeng, dll.
            Secara individual didalam keluarga masyarakat desa Jadung, tradisi ketimuran dipadu dengan agama islam juga masih dipegang. Tradisi ini dilakukan selain sebagai kepercayaan yang masih diyakini sekaligus digunakan sebagai media untuk bersosialisasi dan berinteraksi di masyarakat. Misalkan, tradisi mengirim doa untuk orang tua atau leluhur yang dilakukan dengan mengundang para tetangga dan kenalan. Kolonan ini biasanya dilakukan mulai dari satu sampai tujuh harinya keluarga yang ditinggal mati. Selanjutnya hari ke empat puluh/pa’pholo, hari ke seratus/nyatos dan seribu harinya/nyebuh perhitungan tanggal kegiatan menggunakan penanggalan jawa. Bersyukur kepada Allah SWT, karena dikaruniai anak pertama pada tradisi masyarakat desa Jadung juga disebut meret kandhung, ketika kandungan ibu menginjak usia 7 bulan dimana suami istri keluar secara bersamaan kehalaman rumah untuk dimandikan kembang dengan memakai cewok dari batok kelapa dan pegangannya memakai pohon beringin kemudian setelah selesai  

0 komentar:

Post a Comment